Supriyadi.S.kom

Tehnik Negosiasi

Menang dalam Setiap Situasi

Oleh

supriyadi

GERAKAN PEMBAHARU PEMUDA CILEGON

Kehidupan selalu ditandai dengan konflik dan pertentangan. Pertentangan tidak selalu bersifat fisik dan anarkis, juga bisa berupa situasi dimana dua orang atau lebih memiliki pandangan yang sama sekali berbeda, keinginan-keinginan yang berbeda, atau tujuan-tujuan yang tidak sama dan masing-masing berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka ingini. Bila berhadapan dengan situasi semacam itu, kita harus bersaing untuk mendapatkan apa yang kita ingini. Lawan kita tidak akan menyerah begitu saja tanpa perlawanan tertentu . Kalau tidak melawan, mereka tentu bukan “lawan”.

Menjadikan tujuan negoisasi sebagai senjata strategis negoisasi

Sebagaimana dalam sebuah pertempuran, setiap prajurit harus tahu senjata apa yang ia miliki, dan kapan harus harus memanfaatkan-nya. Namun, senjata bukan segala-galanya, tetapi “the man behind the gun”. Senjata tanpa kemampuan atau kompetensi orang dibelakangnya dapat amat berbahaya. Kita perlu memanfaatkan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri kita dan mendesakkan-nya terhadap kelemahan-kelemahan lawan. Jangan kita masuk dalam situasi dimana kita hanya dimanfaatkan oleh kekuatan lawan.

Kita harus mampu memilih senjata yang baik, serta merencanakan penggunaan senjata dengan baik. Ingat, pilih, rencanakan, dan pikirkan sebelumnya, agar kita dapat menentukan aturan main-nya Sebelum merencanakan taktik dan strategi dalam sebuah perjumpaan (negosiasi), hal yang sangat penting harus dilakukan adalah menyatakan dengan sejelas-jelasnya apa yang kita inginkan. Paksa diri kita untuk menulisnya. Kita mungkin bisa membohongi diri sendiri, tapi kita tak dapat berbohong pada kertas putih. Tanpa ada tujuan yang jelas, kita tak mungkin mengetahui apakah kita sudah mencapainya atau belum. Kita juga sulit menentukan strategi apa yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Ibarat mengendarai sebuah mobil. Jika kita tidak memiliki tujuan yang pasti, maka sebenarnya tidak ada bedanya jalan manapun yang kita lalui dan seberapa cepat kita mengendarai mobil tersebut. Kita hanya akan menghamburkan banyak waktu, tenaga, dan bahan bakar. Kita tidak akan mencapai apa-apa. Mulai sekarang kita harus ber-prinsip, “Apapun yang kita lakukan, Lakukan hal itu atas dasar tujuan”. Kebiasaan salah yang kerap dilakukan dalam proses negosiasi adalah terlalu luas dan general dalam menentukan tujuan. Karena luasnya, hingga tujuan tersebut tidak dapat dijalankan. Ingatlah ungkapan,”Setiap perjalanan ribuan kilometer harus dimulai dengan satu langkah pertama”. Ketika kita menggambarkan tujuan yang ingin kita capai, anggap pernyataan itu seakan-akan sebagai satu langkah, dan bukan seluruh perjalanan itu. Kita perlu menentukan apa yang ingin kita capai sekarang, dengan orang tertentu, pada pertemuan tertentu ini, dalam pembicaraan ini.

Tujuan Negoisasi Memenangkan Negoisasi

-Imajinasi Positif

-Berfikir Kritis

-Daya Tahan Emosi

-Pengait

Negoisasi Anda

Mengelola negoisasi

Dalam melangsungkan pertemuan untuk ber-negosiasi, ada beberapa saran pokok yang kiranya penting dijadikan perhatian, yaitu: Pertama, Bayangkan pertemuan tersebut di benak kita, dan kita dapat memenagkannya – Imajinasi Positif . Persiapkan sebelumnya dengan menuliskan skenario yang mungkin kita masuki, tetapi jangan terlalu kaku berpegang padanya kata demi kata. Kalau kita terlalu kaku, kita akan dihadapkan pada kebingungan jika lawan memberikan tanggapan yang lain dari yang kita skenariokan. Lebih baik kita memikirkan pokok-pokok perkara yang kiranya akan dikemukakan oleh pihak lain (lawan) dalam memberikan reaksi dan kemudian menentukan urut-urutan perkara yang ingin kita kemukakan. Setelah itu cobalah untuk mem-visualisasikan dimana pertemuan itu berlangsung. Apakah kita akan berdiri di podium ? Duduk di meja? Di kantor pribadi , atau di kantor lawan bicara kita ?. Cobalah membayangkan ! Pikirkan dalam-dalam cara yang kita maui dan situasi yang kita masuki sebelum kita mempraktekan-nya dalam per-jumpaan riil. Kendalikan pertemuan tersebut sesuai dengan rencana yang kita buat. Dengan begitu, kita dapat memenangkan menit-menit atau detik-detik pertama yang amat penting dalam pertemuan tersebut. Amat mungkin bahwa lawan kita tidak melakukan proses mental semacam itu, sehingga situasi aktualnya akan merupakan sesuatu yang benar-benar baru baginya, maka kita akan lebih diuntungkan. Kedua, Antisipasi dan prediksi segala kemungkinan – Berfikir Kritis. Contoh sederhana, suatu saat kita membayangkan bertemu seorang pria, namun kenyataan-nya ia adalah seorang wanita. Karena itu, ketika mengembangkan sebuah rencana, pastikan bahwa rencana itu mencakup hal-hal kebetulan yang mungkin akan terjadi tetapi belum dapat anda prediksi. Tegasnya, “Jangan membiarkan apapun ditentukan oleh faktor kebetulan. Jangan mengandaikan apa-apa tanpa kita selidiki dan persiapkan terlebih dahulu”. Ketiga, Santailah – Daya Tahan Emosi ! Ketika pertemuan tiba, bisa jadi kita merasa adanya tekanan, stress, ketegangan, dan selusin perasaan serupa. Itu merupakan hal yang lumrah. Dalam keadaan seperti itu, adrenalin mengalir dalam sistem tubuh dan jantung terpacu. Kita tidak dapat mengontrol aliran adrenalin itu tetapi kita dapat mengendalikan pengaruhnya. Pada saat itu, bagian tubuh yang pertama bereaksi adalah kaki kita dengan mengikuti “Sindroma melawan atau lari”. Tolak dorongan untuk melarikan diri dan berkonsentrasilah pada upaya untuk mengendalikan kaki kita. Jika kita sedang berdiri, berdirilah tegak dengan dua kaki menapak kuat di atas lantai dan sedikit renggang. Usahakan berat badan terbagi rata pada kedua kaki. Jangan mengalihkan berat badan dari kaki satu ke kaki yang lain. Jangan pula bergoyang-goyang. Berdirilah tegak dengan sikap tenang. Jika kita duduk, lupakan kursi memiliki sandaran, duduklah tegak dengan tatapan ke depan. Jangan mengeser-geser kaki jika tidak diperlukan. Ingat, kendalikan adrenalin lewat kontrol pada kaki anda. Dengan sikap tenang, kita akan dapat mengatur pikiran kita. Ketika kita perlu melihat catatan, lakukan dengan tenang tanpa terburu-buru. Lakukan gerakan-gerakan dengan tenang. Bentuklah kesan bahwa kita Atentif (penuh perhatian), Aktif, Wapada, dan agresif (AAWA). Konsentrasi ! Jadikanlah hal itu sebagai prioritas utama dan berusahalah keras untuk itu. Keempat, Cari “Pengait”- Human Relation Skills – sebagai senjata. Terkadang kita dihadapkan oleh situasi yang sangat kaku dan dingin, atau situasi yang membuat kita terpojok. Salah satu kiat mengatasinya adalah dengan mengalihkan perhatian pada hal-hal yang bisa mencairkan suasana. Lawan kita pasti memilki hobby atau kesenangan. Terkadang kita dapat menemukan-nya dengan cepat di ruangan-nya. Lukisan, hiasan atau lain-nya dapat kita gunakan sebagai petunjuk. Asal daerah terkadang perlu juga kita tanyakan. Mungkin kita dapat mencairkan suasana dengan mencoba membuai lawan bicara kita untuk bernostalgia dengan kampung halaman-nya. Ingat jangan terburu-buru pada tujuan utama kita ! Observasilah dengan cepat dan teliti ruangan atau dokumen yang ada dan gunakan petunjuk apapun yang dapat digunakan.

Strategi Negoisasi dalam Telepon

Proses negosiasi tidak hanya terjadi dalam kondisi pertemuan langsung, tetapi dapat pula terjadi melalui percakapan telepon. Beberapa keterampilan dapat dipraktekkan dalam percakapan telepon. Pertama, pertimbangkan semua telepon yang anda terima. Ada dua pilihan bagi kita ketika menerima telepon, berbicara dengan-nya atau menolak. Jika kita tidak dalam keadaan benar-benar siap, menolak kiranya merupakan pilihan terbaik. Ingat bahwa si penelpon memiliki keunggulan dibanding anda. Si penelopon-lah yang menentukan waktunya. Si penelpon mempunyai persiapan mental dan lebih siap untuk terlibat pembicaraan dengan anda. Di lain pihak, anda mungkin sedang membaca koran, menonton TV atau sedang makan malam bersama keluarga. Oleh karena itu, kalau anda tidak siap, jangan ambil bagian. Sama seperti penelepon, anda mempunyai hak untuk menentukan waktu berbicara dengan lawan bicara anda. Jika penelepon mencoba memaksakan berbicara tentang isu yang dibawanya, maka anda harus mengatakan dengan sopan, “Maaf, saya benar-benar tidak bisa berbicara saat ini”, dan usahakan untuk menutup telepon-nya. Kedua, kalau anda ingin melepon kembali, cobalah untuk membuat sebuah daftar kecil. Tuliskan kata-kata kunci tentang isu yang akan anda bicarakan pada daftar tersebut. Jelaskan tujuan anda menelepon dengan sejelas mungkin. Anda harus memastikan bahwa orang yang anda telepon mengetahui dengan jelas apa yang anda inginkan. Ingat, kalau anda tidak tahu secara persis apa yang anda inginkan, anda tidak akan tahu apakah anda memperolehnya.

Beberapa tips diatas bukanlah suplemen general yang dapat selalu diterapkan. Modifikasi dan kreativitas tetap diperlukan. Kita harus tetap realistis. Terkadang rencana yang paling baik yang telah kita susun bahkan tidak bisa dijalankan. Kalau hal itu terjadi, bersiaplah untuk tetap ber-anjak maju. Kadang-kadang itu hanya berarti bahwa anda harus membuat rencana lain , atau menerima kenyataan bahwa anda tidak memenagkan pertemuan tersebut, tetapi masih akan selalu ada kesempatan lain kalu anda cari.

DINAMIKA ORGANISASI

Oleh : Supriyadi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :

a. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)

b. James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)

c. Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :

a. Orang-orang (sekumpulan orang),

b. Kerjasama,

c. Tujuan yang ingin dicapai,

Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Di dalam sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika dimana menuntut perhatian pengurus dan anggotanya.Dinamika organisasi yang harus dikelola secara cerdas dan konstruktif ialah terletak pada konflik yang sering timbul di suatu organisasi, karena dalam kenyataannya konflik tidak selamanya bersifat destruktif akan tetapi akan mampu meningkatkan produktifitas suatu organisasi apabila dapat di atasi dan dikelola dengan baik. Pada kenyataanya ada hal-hal yang dapat mempengaruhi pergerakan atau proses berjalannya suatu organisasi. Empat alasan utama untuk adanya dinamika organisasi :

a. Adanya pekerjaan memerlukan pengorganisasian

b. Hasil-hasil yang tak terpisahkan dari personal

c. Pertimbangan ekonomis, pertumbuhan dan ketegangan

d. Perubahan teknologi

PENGERTIAN KONFLIK

Konflik biasanya timbul dalam organisasi sebagai hasil adanya masalah-masalah komunikasi, hubungan pribadi, atau struktur organisasi. Karakteristik-karakteristik kepribadian tertentu, seperti otoriter atau dogmatis juga dapat menimbulkan konflik.

Arti konflik banyak dikacaukan dengan banyaknya definisi dan konsepsi yang saling berbeda. Pada hakekatnya konfilk dapat didefinisikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua atau lebih pihak.

Konflik Organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian anatar dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan atau kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi.

JENIS-JENIS KONFLIK

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama

3. Konflik antar individu dan kelompok

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama

5. Konflik antar organisasi

SEBAB-SEBAB TIMBULNYA KONFLIK.

Setelah mengapa ada konflik, biasanya ada sumber-sumber yang menjadikan konflik tersebut muncul, secara umum biasanya terjadi karena tersebut dibawah ini:

1. Adanya aspirasi yang tidak ditampung.

2. Saling ketergantungan tugas.

3. Ketergantungan satu arah.

4. Ketidakpuasan, perasaan ketidakadilan.

5. Distorsi komunikasi.

6. Tidak ada pedoman.

7. Aturan yang kurang jelas.

8. Kurang transparannya beberapa hal.

Dalam organisasi ada empat daerah dimana konflik sering timbul :

1. Konflik hirarki

2. Konflik fungsional

3. Konflik lini-staf

4. Konflik formal-informal

MENGENDALIKAN KONFLIK

Konflik agar tidak mengarah ke destruksi harus bisa dikendalikan, antara lain dengan cara sebagai berikut:

1. Harus sering mengadakan musyawarah.
2. Adanya komunikasi dua arah yang enak dan luwes.
3. Memberi keadilan pada semua lini.
4. Transparan dalam semua hal.
5. Ada pedoman yang jelas.
6. Ada aturan yang jelas.
7. Semua aspirasi dianggap penting dan dikomunikasikan

KESIMPULAN

Kebiasaan selama ini dimana konflik ditempatkan dalam destructive zone perlu direformasi kedalam dinamis zone. Konflik yang bersifat positif harus dimanage secara cerdas, tepat dan profesional. Sehingga ada peningkatan performance dan dinamika organisasi. Akhirnya konflik bisa didesign sebagai “mesin” dinamika organisasi

Adanya konflik jangan dianggap sebagai suatu kemunduran tapi bisa dianggap sebagai dinamika organisasi dan juga agar organisasi tidak menjadi stagnan. Dan yang lebih penting lagi untuk belajar bersama dari adanya konflik tersebut, dengan konflik menjadikan anggota maju dalam berpikir, maju dalam wawasan, maju dalam wacana dan bisa menghargai beda pendapat. Dan yang terakhir agar organisasi bisa menjadi “hidup”.

Pelaku konflik tidak dianggap sebagai musuh, pelaku konflik jangan dianggap sebagai perusak organisasi tapi harus ditempatkan sebagai motor dinamika organisasi.

Demokrasi Satu Hari

Oleh : Supriyadi

Inilah fenomena yang melanda negeri ini. Berlangsung hampir di setiap tingkatan pemilihan, baik pemilihan kepala daerah, anggota legislatif maupun presiden. Demokrasi sehari menjadi hakikat dalam pelaksanaan demokrasi di republik ini. Seperti jauh panggang dari api, wujud demokrasi kita jauh dari bayangan menuju perbaikan kesejahteraan bagi rakyat. Demokrasi kita justru didomonasi oleh kepentingan pribadi elit yang berpikir tentang kesejahteraan sendiri.
Salah satu sebab yang dominan adalah elit didalam demokrasi itu sendiri, yang notabenenya tentu elit partai politik. Dalam pikiran mereka, demokrasi adalah media untuk menggapai kekuasaan. Maka tak heran, bicara kepentingan rakyat bukanlah hal yang utama bagi mereka. Demokrasi tidak lagi menjadi kekuasaan rakyat namun berubah makna menjadi bagaimana cara menguasai rakyat.
Untuk mempertahankan keberadaannya, demokrasi ini mutlak memerlukan partner yang bernama kepentingan modal. Tujuan dari keduanya, hampir tak jauh berbeda yakni menuntut akumulasi kekayaan pribadi. Sejak awal, kepentingan modal memang berjasa dalam mempertahankan demokrasi model ini. Ia berperan dalam mempengaruhi sikap pemilih untuk memberikan pilihan bagi kandidat atau partai politik yang bersekongkol dengannya. Dengan akses sumber daya yang kuat, media massa dan televisi diarahkan untuk meningkatkan popularitas sang kandidat. Akhirnya kelak, sang pemenang pun (parlemen) masuk dalam kontrol modal hingga selanjutnya produk undang-undang yang berpihak pada kepentingan modal menjadi sebuah konsekuensi.
demokrasi sehari memiliki substansi demokrasi yang dikuasai prosedural. Seolah-olah legitimasi dapat menjadi segalanya, oleh karena telah mengikuti proses sesuai dengan prosedur. Demokrasi ini bukan lagi milik rakyat maka tak heran tidak akan berpihak pada kepentingan rakyat. Demokrasi ini justru mereduksi nilai-nilai demokrasi menjadi demokrasi ritual yang hanya dilaksanakan satu hari.
Sifat buruk demokrasi ini akan segera tampak saat proses pemilihan telah menunjukkan pemenangnya. Pengalaman di republik ini, siapapun yang berkuasa, nasib rakyat tidak akan menjadi priorotas utama. Parlemen tidak lagi menjadi penyuara aspirasi masyarakat. Kebijakan mereka selalu bertaut dengan kepentingan pribadi, partai dan kepentingan modal. Impor beras, pengurangan subsidi rakyat serta perpanjangan kontrak dengan asing menjadi bukti tentang keberpihakan mereka. Oleh oligarkhi partai, kedaulatan untuk rakyat digusur dan diganti dengan kekuatan modal. Partai politik menjadi tempat yang begitu dominan oleh kuasa elit, hingga soal bicara dan pendapat pun menjadi monopoli elit. Anggota partai yang tampak bersuara berbeda, apalagi sok menyuarakan kepentingan rakyat dianggap musuh yang harus dienyahkan.
Ketika panggung pemilihan umum masih didominasi oleh karakter partai politik model ini, maka sudah barang tentu demokrasinya masih bersifat satu hari. Selama satu hari, rakyat dikumpulkan dan dibujuk untuk ikut berpartisipasi. Walaupun tak ada hukuman bagi yang tak mau berpartisipasi, namun pemerintah dan penyelenggara berkepentingan untuk menjaga jumlah pemilih minimal untuk mendapatkan legitimasi. Kasihan rakyat, hanya menjadi bahan stempel bagi setiap pihak yang ingin berkuasa. Setelah memilih, maka suara yang disamakan seperti TUHAN itupun (Vox populi Vox Dei = suara rakyat, suara Tuhan) akan berubah menjadi suara sampah. Tak berguna dan dijauhi sedemikian rupa oleh penguasa.
Inilah wajah buruk dari demokrasi satu hari alias demokrasi prosedural. Ketika penguasa yang terpilih melalui formalitas mekanisme demokrasi tak lagi menjaga keberpihakannya kepada rakyat, maka sadarilah bahwa sesungguhnya anda tidak lagi dalam negeri yang memahami dan menjalankan demokrasi.

(Baca: Mekanisme demokrasi prosedural)

Juli 2014
S S R K J S M
« Des    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Komentar Terakhir

Blog Stats

  • 1,102 hits

Tulisan Teratas

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.